Indonesia berupaya membantu pabrik keluar dari ‘pilot trap’ teknologi | Manufacturing Asia
, Indonesia
784 views

Indonesia berupaya membantu pabrik keluar dari ‘pilot trap’ teknologi

Pemerintah ingin memastikan transformasi digital di sektor manufaktur dapat berjalan berkelanjutan.

Indonesia tengah mengatasi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi industri manufaktur global, yakni pilot trap—kondisi ketika inisiatif digital berhenti pada tahap uji coba dan gagal diimplementasikan secara luas.

Mengacu pada laporan McKinsey tahun 2019 yang menunjukkan bahwa 79% perusahaan manufaktur masih terjebak dalam fase tersebut, Kementerian Perindustrian membentuk Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) untuk memutus pola tersebut melalui dukungan yang terstruktur.

“PIDI 4.0 dibentuk untuk menjembatani kesenjangan antara aspirasi dan implementasi,” kata Masrokhan, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, kepada wartawan di Jakarta pada Juli lalu. “Bukan sekadar memperkenalkan teknologi, tetapi memastikan penerapannya secara nyata.”

Menurutnya, pilot trap kerap terjadi karena perusahaan mengadopsi teknologi tanpa rencana implementasi yang jelas. “Peran kami melalui BPSDMI dan PIDI adalah memastikan transformasi dapat berlangsung secara berkelanjutan, beradaptasi dengan kebutuhan, dan terintegrasi ke dalam operasional perusahaan.”

Hingga akhir 2024, PIDI 4.0 telah melatih 1.921 tenaga kerja dalam berbagai kompetensi digital, termasuk Internet of Things (IoT), ilmu data (data science), dan manufaktur cerdas (smart manufacturing). Sebanyak 10 perusahaan menerima pendampingan penuh dalam perencanaan transformasi, sementara 338 perusahaan telah mengakses demonstrasi langsung berbagai teknologi digital untuk mengevaluasi penerapannya di lingkungan produksi secara real time.

“Kami tidak percaya pada pendekatan yang sama untuk semua perusahaan,” ujar Masrokhan. “Setiap perusahaan membutuhkan peta jalan yang sesuai dengan kapabilitasnya masing-masing.”

Ia menambahkan, program PIDI tidak hanya menyasar perusahaan manufaktur besar di Pulau Jawa. “Jangkauan PIDI juga mencakup industri kecil dan menengah di seluruh Indonesia. Penting bagi kami untuk memastikan bahwa Industri 4.0 dapat diakses oleh semua pelaku industri.”

Presiden Direktur NEC Indonesia, Joji Yamamoto, mengatakan negara-negara seperti Jerman dan Jepang berhasil keluar dari pilot trap berkat infrastruktur yang matang dan investasi berkelanjutan dalam meningkatkan kesiapan digital tenaga kerja.

“Dari Jepang hingga Eropa, kami melihat bahwa transformasi digital akan berhasil jika diperlakukan sebagai proses yang berkelanjutan, bukan proyek satu kali,” ujarnya melalui jawaban tertulis. “Indonesia dapat mengikuti jalur yang sama melalui langkah-langkah yang terstruktur dan berdampak tinggi.”

Ia mencontohkan Thailand dan Jepang, di mana perusahaan manufaktur memprioritaskan predictive maintenance yang didukung oleh infrastruktur data yang kuat dan pengembangan kompetensi tenaga kerja. “Tidak perlu mendigitalisasi semuanya sekaligus. Mulailah dari area yang spesifik dan bernilai tinggi, lalu lakukan perluasan secara bertahap dengan dukungan data dan keahlian yang memadai.”

Inovasi lokal juga menjadi bagian dari program ini. PIDI telah memperkenalkan Industrial IoT SmartBox, perangkat yang dikembangkan di dalam negeri dan kini digunakan oleh pabrik skala menengah untuk memantau mesin secara real time. Kerangka kerja PIDI mencakup Showcase Centre, Capability Centre, Delivery Centre, Artificial Intelligence and Engineering Centre, serta platform kolaborasi digital.

Pada kuartal pertama tahun ini, sektor manufaktur menyumbang 17,5% terhadap produk domestik bruto (PDB) nonmigas Indonesia, menyerap sekitar 20 juta tenaga kerja, dan menghasilkan ekspor senilai US$196,54 miliar. Sektor ini juga menerima investasi sebesar US$43 miliar (Rp697,5 triliun) dan berkontribusi sekitar 26% terhadap penerimaan pajak nasional.

“Transformasi hanya dapat terjadi jika sumber daya manusianya siap dan teknologinya relevan,” kata Masrokhan. “Misi kami di BPSDMI adalah menyiapkan talenta yang akan memimpin transformasi tersebut, bukan hanya di pabrik-pabrik besar, tetapi di setiap lini produksi di seluruh Indonesia.”

Join Manufacturing Asia community
Since you're here...

...there are many ways you can work with us to advertise your company and connect to your customers. Our team can help you design and create an advertising campaign, in print and digital, on this website and in print magazine.

We can also organize a real life or digital event for you and find thought leader speakers as well as industry leaders, who could be your potential partners, to join the event. We also run some awards programmes which give you an opportunity to be recognized for your achievements during the year and you can join this as a participant or a sponsor.

Let us help you drive your business forward with a good partnership!